Selasa, 13 September 2011

bukan #perindu, tapi #lara (3)


apakah kepekaan telah benar-benar pergi? | matikah juga hati? | sampai-sampai nurani tak lagi mampu deteksi kelukaan hati.. #lara

padahal ku sudah beri kabar | tapi sepertinya ku memang bukan prioritas yg pantas untuk kau pedulikan #lara

karena kau tak tahu bagaimana sakitnya... #lara


tak ada yang peduli... #lara

karena benar-benar aku tak bisa pasang topeng ceria di muka, saat hati #lara

tak berani ku angkat wajah | atau menatap matanya | bukan karena marah, apalagi benci | tapi ku tak mau dia lihat gurat sedih & air bening di mata ini #lara

kenapa begitu mudah melupakan setiap luka? | padahal benar-benar hati ini #lara | atau karena aku wanita? | semuanya menjadi lebih mengiris kalbu ku rasa

baru saja hampir pulih | dia ulang lagi perih | berhenti merintih!! | meski lirih | ini sudah jalan yang kau pilih #letih #lara

apa sebenarnya kau kejar? | bintang? | jangan harap dia selalu ada | dia hanya tampak sesuka hati | terlebih saat hujanmu turun | bersiaplah sendiri #lara

ku tembangkan kidung rindu untukmu | setiap waktu | walau sepenuhnya ku tahu | rindumu bukanlah untukku #lara

sesadar-sadarnya ku tahu | hanya saat dirinya membisu kau beri aku waktu | tuk lepaskan rindu | rindu serep untukku #lara

lagu sedih | sebenarnya bukan itu ku pilih | kenapa tetap ku senandungkan lirih? | sering kau ulang perih #lara

mengalun lagu rindu seiring sembunyinya mentari | adalah aku | semburat pelangi yang coba beri warna lain di langit | sekejap, & tak tersadari #lara

Di sini aku dengan segenap fikirku padamu | segala laku tertuju untukmu | di sana kau bergelut angan dengannya | jujurlah pada hati | pernahkah kau temui cinta seperti ini? #lara 

waktu berlalu sia-sia | cemburu telah benar-benar menguras rasa #lara 

ku pikir di sini kan berlabuh | telah ku bentangkan sauh | ternyata pulau ini begitu angkuh | mampu membunuh.. | setengah mati ku menjauh #lara

Jumat, 02 September 2011

InshaAllah....


(speechless) setiap kali dengar lagu ini...
*tarik nafas dalam-dalam*
Bismillah..., inshaAllah..., dengan 'sayap patah' ataupun bahkan tanpa 'sayap' itu, aku akan tetap tersenyum & melangkah 'tegak'..:)
karena ada Dia selalu di sampingku,
yah..., Dia yang begitu dekat...^_^
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang "Aku" maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo'a apabila berdo'a kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka itu beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran ( Al Baqarah: 186)
& Allah is enough for me :)

bukan #perindu, tapi #lara (2)

babak-babak kenangan begitu indah | selamnya ku simpan tanpa lelah | kecuali 1 babak, bolehkah ku lupa? | saat kau coba setia | jiwaku meronta #lara

di sini ku belajar ikhlas bukan hanya kata | di situ kau belajar tentang setia | bukan untukku tentu saja | inikah pengorbanan itu, bunda? #lara

terngiang nasihat bunda | cinta tak hanya siap tawa | tapi juga pengorbanan & air mata | nak.., ikhlaslah menerima | :-) #lara

tak pernah ada tanya | "apakah kau rela?" | tapi tak mengapa | hujan ini masih mampu sembunyikan air mata #lara

tak kuasa ku pinta | apa sebenar pengobat #lara | #asa bergantung pada peka #perindu | ya.., aku yakin kau tahu

kadang ku larang otak tak baik sangka | tapi lebih sering tak bisa | seperti malam ini | otakku bicara, bukan kau sedang bergelut mimpi #lara

bukan setitik | tapi pelangi kan selalu membuat awan cantik meski dengan luka menganga | garam yang selalu tersiram memang sungguh membuat hati #lara

bukan maksud hati lampiaskan kesal. hanya tak mampu ku membual. #lara

tertahan air mata. sesak di dada. belum mampu penuhi segala asa. betapa ku masih jauh dari sempurna. maafkan aku,bunda... #lara

harapan itu | benar-benar aku ingin berlari mengejar | tapi sungguh pilu | di hutan rimba aku tersasar | dimanakah dirimu? | aku di sini terdampar.. #lara

Maaf..., memang saya yang selalu salah... #lara

benarkah hati telah beku dan mati? | tidak lagi ada simpati | apalagi sebuah rasa yang bernama empati.. | semakin terpurukku di sini #lara

INSOMNIA. #lara | bermimpi pun ku tak bisa | karena tidur pun aku tak bisa malam ini.

Astaghfirullah... #lara

ijinkan saya tidur lelap malam ini... #lara

tak perlu ada yang tahu. selalu ada senyum untuk semua, begitu juga untukmu...:) tak perlu ada yg tahu, meski pilu... #lara

ada kata yang ingin terucap. tapi tercekat, tak usah jadi. sayup-sayup ku dengar tawamu, sungguh bahagia. biarlah... #lara

ya sudahlah...... (speechless), semakin #lara