apakah kepekaan telah benar-benar pergi? | matikah juga hati? | sampai-sampai nurani tak lagi mampu deteksi kelukaan hati.. #lara
padahal ku sudah beri kabar | tapi sepertinya ku memang bukan prioritas yg pantas untuk kau pedulikan #lara
karena kau tak tahu bagaimana sakitnya... #lara
tak ada yang peduli... #lara
karena benar-benar aku tak bisa pasang topeng ceria di muka, saat hati #lara
tak berani ku angkat wajah | atau menatap matanya | bukan karena marah, apalagi benci | tapi ku tak mau dia lihat gurat sedih & air bening di mata ini #lara
kenapa begitu mudah melupakan setiap luka? | padahal benar-benar hati ini #lara | atau karena aku wanita? | semuanya menjadi lebih mengiris kalbu ku rasa
baru saja hampir pulih | dia ulang lagi perih | berhenti merintih!! | meski lirih | ini sudah jalan yang kau pilih #letih #lara
apa sebenarnya kau kejar? | bintang? | jangan harap dia selalu ada | dia hanya tampak sesuka hati | terlebih saat hujanmu turun | bersiaplah sendiri #lara
ku tembangkan kidung rindu untukmu | setiap waktu | walau sepenuhnya ku tahu | rindumu bukanlah untukku #lara
sesadar-sadarnya ku tahu | hanya saat dirinya membisu kau beri aku waktu | tuk lepaskan rindu | rindu serep untukku #lara
lagu sedih | sebenarnya bukan itu ku pilih | kenapa tetap ku senandungkan lirih? | sering kau ulang perih #lara
mengalun lagu rindu seiring sembunyinya mentari | adalah aku | semburat pelangi yang coba beri warna lain di langit | sekejap, & tak tersadari #lara
Di sini aku dengan segenap fikirku padamu | segala laku tertuju untukmu | di sana kau bergelut angan dengannya | jujurlah pada hati | pernahkah kau temui cinta seperti ini? #lara
waktu berlalu sia-sia | cemburu telah benar-benar menguras rasa #lara
ku pikir di sini kan berlabuh | telah ku bentangkan sauh | ternyata pulau ini begitu angkuh | mampu membunuh.. | setengah mati ku menjauh #lara

