Minggu, 09 Oktober 2011

Manusia Bodoh

 Dahulu terasa indah
tak ingin lupakan
Bermesraan s'lalu jadi satu
Kenangan manis

Tiada yang salah
Hanya aku manusia bodoh
Yang biarkan semua ini permainkanku
Berulang ulang kali

Mencoba bertahan sekuat hati
Layaknya karang yang dihempas sang ombak
Jalani hidup dalam buai belaka
Serahkan cinta tulus di dalam takdir

Tak ayal tingkah lakumu

Buatku putus asa
Kadang akal sehat ini
Belum cukup membendungnya

Hanya kepedihan yang s'lalu datang menertawakanku

Engkau belahan jiwa tega menari indah di atas tangisanku

 
Tapi sampai kapankah ku harus menanggungnya?
kutukan cinta ini bersemayam dalam kalbu...

 
Semua kisah pasti ada akhir
Yang harus dilalui
Begitu juga akhir kisah ini
yakinku indah....:) 
  
ndhak sengaja dengar lagunya Ada Band yg ini, kenapa langsung merasa "deg" gini ya'??
huuffh,parah...
halloouuuuw.., wake up, wake up!!
you are not a stupid girl, dear...
kamu pasti bisa fight!! ;)

Rabu, 05 Oktober 2011

bukan #marah, tapi #kecewa (2)

bukan penyesalan jika maaf itu tidak berasal dari dalam hati dan tidak disertai dengan tanggung jawab atas kesalahan yang telah dilakukannya #lara

luruh ku gapai bayanganmu. ku tak sanggup. tiba-tiba tersayat hatiku. berdarah-darah. kau tahu itu. tapi 'butakan hati', itu kau pilih. #lara



sudah tidak ada #lara (dada yang lapang, ikhlas, penuh maaf), itu yg ku harap ketika perjumpaan nanti harus terjadi #doasetiap hari

mati rasa ini | tak lg ada air mata deras mengalir | tatap mata kosong | senyum tipis dan samar | terlalu #lara beban ditanggung | aku GILA

dipendam.., #lara sendiri. dibagi.., tak ingin #lara ini juga melesakkan dada dan hatinya.. #aslidilema 

kau..., jaga selalu hatimu... | sangat tak suka lagu itu | ingatkanku pada benalu yang ingin ku lupa #mengoreklara

TRAUMA SEGITIGA. mulai sekarang, hanya ingin lupa ada dia di antara kita #lupakanlara 

adanya dia, itu arti bagimu | tidak adanya dia, itu arti bagiku #lupakanlara 

ku redam #lara, tuk pahami rembulanmu. ku tahan #pilu, tuk mengerti sang pemilik rindumu. tak cukupkah itu untuk menambah arti #akubagimu?

tak ada kata | meski kau tertawa saat ku terluka | hanya doa | semoga kau tak pernah alami apa yg ku rasa #lara 

tersedu di sudut ruang | dengan air mata berlinang | keTAKUTan | mungkin kau bangga bisa membuatku sedemikian tertekan #lara

kau bilang kau tertekan | jadi kau suruh ku untuk DIAM | arogan | kau biarkan ku menangis dalam bungkam #lara

karena kau biarkan ku di sini sendiri menanggung #lara | dan di sana kau masih bisa tertawa, dengannya...

ingin menjauh pergi | berlari... | tak kuasa lagi bendung air mata | andai ku bisa... #lara

AKU TAK BAHAGIA. karena ini LUKA, bukan sekedar goresan... #lara 

tak kau lihatkah segurat pilu di balik senyumku di setiap pagi? #lara

aku memang wanita tegar | tapi tak seharusnya begini | dengan diam, aku kau tampar | hei, apa kau lupa? kau seorang LAKI-LAKI!!! #lara

Bila kau tahu | diamku menanggung sembilu... #lara

bukan #perindu, tapi #lara (4)

t.e.r.s.i.k.s.a #lara

tidakkah kau tahu | di balik senyum ini | #sebenarnya tersembunyi air mata tertahan | namun ku hanya diam #lara



tak peduli kapan #lara akan pulih | meski masih perih | hanya ingin selalu tersenyum tanpa syarat | untuk bahagiamu ku ingin ucap SELAMAT

semakin #lara | ketika harus sendiri ku menanggung luka #lara ini

ku sadar | tak berhak (lagi) ku kau beri kabar | meski kau tahu pasti | dengan gelisah, kabarmu selalu ku nanti #lara 

diamku pun ternyata tak termaknai... #lara

mungkin tidak kini | kau sadari ketulusan cinta ini | tapi suatu saat..., ku yakini... #lara 

ku sanggup, walau ku tak rela... #lara

jelang tengah malam, sudah waktumu bercumbu dengan rembulan yang kau rindu #lara

PENGORBANAN tak ingin jadi benalu | ku putuskan pergi meski #pilu | ke negeri antah berantah yang tak ku tahu bagaimana kelak nasibku #lara 

takut sms, takut menelpon, takut bertandang, padahal sangat ingin... Parahnya, takut berharap, telah kau layukan kuncup ini sebelum berbunga #lara 

diamku tidak berarti ku tak menanti lagi | bisuku tidak berarti gelisah di dada telah pergi | sepiku tidak berarti sudah tak lagi ada air mata | semuanya, justru karena ku sesak menahan #lara

tidakkah ada sisi jiwamu yang terusik? #lara

bebayang menggelayut / tak kuasa beranjak / namun juga tak mau selamanya terjebak / ini salah / meskipun dosa terindah #lara 

kenapa pilihannya harus seperti ini? #lara

(masih) m.e.n.u.n.g.g.u, tapi sudah mulai digelayuti dengan prasangka dan air mata #lara

maaf, hatiku bukan hati yang mudah lupakan luka #lara

di pinggir telaga bening ku berdiri. mematung, menunggu kalimah sakti darimu. pedulimu ku cari. bukan senyum semu dan sekejap itu #lara

kenapa pilihan harus dengan kesampingkan sebuah hati? | jika raga yang tersakiti, bisa ku hindar berlari | tapi saat hati yang terlukai, kemana ku harus pergi? #lara

Selasa, 13 September 2011

bukan #perindu, tapi #lara (3)


apakah kepekaan telah benar-benar pergi? | matikah juga hati? | sampai-sampai nurani tak lagi mampu deteksi kelukaan hati.. #lara

padahal ku sudah beri kabar | tapi sepertinya ku memang bukan prioritas yg pantas untuk kau pedulikan #lara

karena kau tak tahu bagaimana sakitnya... #lara


tak ada yang peduli... #lara

karena benar-benar aku tak bisa pasang topeng ceria di muka, saat hati #lara

tak berani ku angkat wajah | atau menatap matanya | bukan karena marah, apalagi benci | tapi ku tak mau dia lihat gurat sedih & air bening di mata ini #lara

kenapa begitu mudah melupakan setiap luka? | padahal benar-benar hati ini #lara | atau karena aku wanita? | semuanya menjadi lebih mengiris kalbu ku rasa

baru saja hampir pulih | dia ulang lagi perih | berhenti merintih!! | meski lirih | ini sudah jalan yang kau pilih #letih #lara

apa sebenarnya kau kejar? | bintang? | jangan harap dia selalu ada | dia hanya tampak sesuka hati | terlebih saat hujanmu turun | bersiaplah sendiri #lara

ku tembangkan kidung rindu untukmu | setiap waktu | walau sepenuhnya ku tahu | rindumu bukanlah untukku #lara

sesadar-sadarnya ku tahu | hanya saat dirinya membisu kau beri aku waktu | tuk lepaskan rindu | rindu serep untukku #lara

lagu sedih | sebenarnya bukan itu ku pilih | kenapa tetap ku senandungkan lirih? | sering kau ulang perih #lara

mengalun lagu rindu seiring sembunyinya mentari | adalah aku | semburat pelangi yang coba beri warna lain di langit | sekejap, & tak tersadari #lara

Di sini aku dengan segenap fikirku padamu | segala laku tertuju untukmu | di sana kau bergelut angan dengannya | jujurlah pada hati | pernahkah kau temui cinta seperti ini? #lara 

waktu berlalu sia-sia | cemburu telah benar-benar menguras rasa #lara 

ku pikir di sini kan berlabuh | telah ku bentangkan sauh | ternyata pulau ini begitu angkuh | mampu membunuh.. | setengah mati ku menjauh #lara

Jumat, 02 September 2011

InshaAllah....


(speechless) setiap kali dengar lagu ini...
*tarik nafas dalam-dalam*
Bismillah..., inshaAllah..., dengan 'sayap patah' ataupun bahkan tanpa 'sayap' itu, aku akan tetap tersenyum & melangkah 'tegak'..:)
karena ada Dia selalu di sampingku,
yah..., Dia yang begitu dekat...^_^
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang "Aku" maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo'a apabila berdo'a kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka itu beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran ( Al Baqarah: 186)
& Allah is enough for me :)

bukan #perindu, tapi #lara (2)

babak-babak kenangan begitu indah | selamnya ku simpan tanpa lelah | kecuali 1 babak, bolehkah ku lupa? | saat kau coba setia | jiwaku meronta #lara

di sini ku belajar ikhlas bukan hanya kata | di situ kau belajar tentang setia | bukan untukku tentu saja | inikah pengorbanan itu, bunda? #lara

terngiang nasihat bunda | cinta tak hanya siap tawa | tapi juga pengorbanan & air mata | nak.., ikhlaslah menerima | :-) #lara

tak pernah ada tanya | "apakah kau rela?" | tapi tak mengapa | hujan ini masih mampu sembunyikan air mata #lara

tak kuasa ku pinta | apa sebenar pengobat #lara | #asa bergantung pada peka #perindu | ya.., aku yakin kau tahu

kadang ku larang otak tak baik sangka | tapi lebih sering tak bisa | seperti malam ini | otakku bicara, bukan kau sedang bergelut mimpi #lara

bukan setitik | tapi pelangi kan selalu membuat awan cantik meski dengan luka menganga | garam yang selalu tersiram memang sungguh membuat hati #lara

bukan maksud hati lampiaskan kesal. hanya tak mampu ku membual. #lara

tertahan air mata. sesak di dada. belum mampu penuhi segala asa. betapa ku masih jauh dari sempurna. maafkan aku,bunda... #lara

harapan itu | benar-benar aku ingin berlari mengejar | tapi sungguh pilu | di hutan rimba aku tersasar | dimanakah dirimu? | aku di sini terdampar.. #lara

Maaf..., memang saya yang selalu salah... #lara

benarkah hati telah beku dan mati? | tidak lagi ada simpati | apalagi sebuah rasa yang bernama empati.. | semakin terpurukku di sini #lara

INSOMNIA. #lara | bermimpi pun ku tak bisa | karena tidur pun aku tak bisa malam ini.

Astaghfirullah... #lara

ijinkan saya tidur lelap malam ini... #lara

tak perlu ada yang tahu. selalu ada senyum untuk semua, begitu juga untukmu...:) tak perlu ada yg tahu, meski pilu... #lara

ada kata yang ingin terucap. tapi tercekat, tak usah jadi. sayup-sayup ku dengar tawamu, sungguh bahagia. biarlah... #lara

ya sudahlah...... (speechless), semakin #lara